Les vignettes d'un Album Picasa

LAPORAN PENGARUH AIR TEH TERHADAP PERKECAMBAHAN KACANG HIJAU



LAPORAN

PENGARUH AIR TEH TERHADAP PERKECAMBAHAN KACANG HIJAU


Disusun oleh:

Oktavia Suryani
Linda D.
Rini Wulandari
Rofiatul M.
Tria Rahmawati
Agung H.Z
(XII A2)

MADRASAH ALIYAH NEGERI PARON
TAHUN PELAJARAN 2011/2012


Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Alloh SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan  Pengaruh Air Teh Terhadap Perkecambahan Kacang hijau”.
Penulisan laporan ini adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata pelajaran Biologi di MAN Paron..
Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga laporan ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan laporan ini.
Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat  bagi pembaca semua pada umumnya dan bagi penulis khususnya.

Paron, 31 Agustus 2011



Penyusun











DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL


KATA PENGANTAR


DAFTAR ISI


 BAB I PENDAHULUAN


  1. Latar Belakang
  2. Rumusan Masalah
  3. Tujuan Penelitian
  4. Manfaat Penelitian





BAB II TINJAUAN PUSTAKA


  1. Pengertian Perkecambahan
  2. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
  3. Pengertian kacang hijau
  4. Pengertian air teh





BAB III METODE PENELTIAN


  1. Rancangan penelitian
  2. Waktu dan tempat penelitian
  3. Variable penelitian
  4. Alat dan bahan





BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


  1. Hasil penelitian
  2. Pembahasan





BAB V PENUTUP


Kesimpulan


Saran





DAFTAR PUSTAKA


DAFTAR GAMBAR


DAFTAR HADIR ANGGOTA PRAKTIKUM

BAB I
PENDAHULUAN


  1. Latar Belakang

Untuk tumbuh, setiap makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan, membutuhkan nutrisi dan kondisi yang sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya saja tumbuhan akan selalu membutuhkan air, unsure hara dan sinar matahari untuk tetap hidup dan berkembang, walaupun kadar yang dibutuhkan berbeda untuk setiap jenisnya, misalnya pada tumbuhan xerofit dengan tumbuhan hirofit, jelas berbeda kebutuhan air antara keduanya.
Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, dalam dunia tumbuhan terjadi persaingan baik persaingan antar jenis tumbuhan maupun dalam sejenis tumbuhan tertentu. Persaingan ini terjadi karena kebutuhan yang tidak terbatas dan sumber daya untuk pemenuhannya sangatlah terbatas. Persaingan untuk mempertahankan hidup ini sering disebut sebagai kompetisi.
Ketersediaan unsur-unsur pendukung hidup ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tumbuhan yang mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan keadaan lingkungan yang mendukung tentunya akan tumbuh dan berkembang dengan lebih baik dari pada tumbuhan yang asupan nutrisinya kurang.
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil interaksi antara factor-faktor dalam dan luar. Factor dalam adalah factor yang terdapat dalam tubuh organisme, antara lain sifat  genetic yang ada di dalam gen dan hormone yang merangsang pertumbuhan. Sedangkan factor luar adalah factor lingkungan. Potensi genetic hanya akan berkembang apabila ditunjang oleh lingkungan yang cocok.
Penyiraman tumbuhan dengan air biasa adalah hal yang wajar dilakukan. Dalam percobaan kali ini penulis akan menggunakan air teh untuk uji coba pada tanaman kacang hijau.





  1. Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah pengaruh konsentrasi air teh terhadap pertumbuhan kacang hijau?
2.      Apa perbedaan antara antara kacang  hijau A (yang disiram dengan air biasa), B (disiram dengan 1 % air rendaman teh), C ( disiram dengan 5 % air rendaman teh), dan D (disiram dengan 10 %  air rendaman teh) ?
3.      Bagaimanakah pertumbuhan kacang hijau setelah satu minggu?

  1. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam praktikum ini yaitu:
1.      Untuk mengetahui pengaruh kosentrasi air the terhadap pertumbuhan kacang hijau.
2.      Untuk mengetahui perbedaan kacang hijau pada polibek A, B, C, dan D yang mendapat perlakuan berbeda.
3.      Untuk mengeahui pertumbuhan kacng hijau seteh satu minggu

  1. Manfaat Penelitian
Diharapkan dengan penelitian ini kita semua dapat lebih memahami tentang pertumbuahan dan berkembangan pada tumbuhan sesuai dengan praktikum yang dilakukan, beserta factor-faktor yang mempengaruhinya.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Di dalam sebuah biji kacang hijau atau kacang-kacang yang lain terdapat calon individu yang baru yang dilengkapi cadangan makanan. Bagian-bagian yang terdapat pada biji dikotil sebagai berikut:
  1. Kotiledon: berjumlah dua dan merupakan cadangan makanan yang terbentuk dari endoseperma.
  2. Hipokotil: bagian bawah aksis (pangkal) yng melekat pada kotiledon.
  3. Epikotil: bagian atas pangkal.
  4. Radikula: bagian terminal/ ujung (calon akar).
  5. Plumula: ujung batang bersama calon daun (primordium).

Bagian-bagian yang terdapat pada biji monokotil antara lain:
  1. Skutelum: kotiledon yang berjumlah hanya satu, contohnya pada tanaman jagung.
  2. Plumula.
  3. Koliopotil: sarung pucuk lembaga.
  4. Redukula
  5. Koleoriza: sarung akar lembaga.

  1.  Pengertian perkecambahan
Perkecambahan merupkan proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. Hasil perkecambahan ini adalah munculnya tumbuhan kecil dari dalam biji. Proses perubahan embrio saat perkecambahan adalah plumula tumbuh dan berkembang menjadi batang, dan radikula tumbuh dan berkembang menjadi akar.
Berdasarkan letak kotiledon pada saat perkecambahan dikenal dua macam tipe perkecambahan, yaitu hypogeal dan epigeal.
a.       Perkecambahan hypogeal
Pada perkecambahan hypogeal, terjadi pertumbuhan memanjang dari epikotil yang menyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah. Kotiledon tetap berada di dalam tanah. Contoh; kacang kapri.



b.      Perkecambahan epigeal
Pada perkecambahan epigeal, hipokotil tumbuh memanjang, akibatnya kotiledon dan plumula terdorong ke permukaan tanah. Pada perkecambahan epigeal, kotiledon berada di atas tanah. Contoh; kacang hijau, kacang tanah.

B.     Faktor yang memepengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
1.      FAKTOR INTERNAL
a.       Auksin
      Hormon yang dihasilkan pada embrio dalam biji (koleoptil). Hormon auksin yang pertama kali diisolasi adalah IAA (indole acetic acid) atau asam indol asetat. Sebagian besar IAA disintesis di ujung batang, ujung akar, ujung tunas, daun muda, bunga dan buah, seta sel-sel kambium.
Auksin berperan di dalam:
1.      pengatur pembesaran sel dan memacu perpanjangan sel di daerah belakang meristem ujung.
2.      merangsang pembelahan sel-sel cambium.
3.      meningkatkan perkembangan bunga dan buah.
4.      merangsang perkembangan akar lateral.
5.      menyebabkan pembengkokan batang.
6.      pembentukan akar adventif pada tanaman yang dibiakkan dengan setek.
7.      pembentukan buah partenokarpi.
8.      menghambat pembentukan tunas samping (lateral).
9.      mempercapat terjadinya diferensiasi di daerah merstem dan daerah pengguguran (absisi).

b.      Giberelin
      Giberelin ditemukan pada semua bagian tanaman, misalnya pucuk batang, ujung akar, bunga, buah, dan terutama pada biji. Fungsi giberelin adalah:
1.      merangsang pembelahan sel.
2.      merangsang aktivitas enzim amylase dan proteinase yang berperan dalam perkecambahan.
3.      merangsang pembentukan tunas.
4.      menghilangkan dormansi biji.
5.      merangsang pertumbuhan buah  secara parthenogenesis.

c.       Sitokinin
      Sitokinin dapat ditemukan pada jaringan yang membelah. Sitokinin yang pertama ditemukan adalah kinetin. Struktur kimia sitokinin lebih sederhana dari pada giberelin dan auksin. Sitokinin yang umum digunakan adalah kinetin. Selain kinetin, contoh sitokinin adalah zeatin (ditemukan pada jagung) dan BAP (6-benzilaminorpurin). Funsi sitokinin adalah:
1.      merangsang pembelahan sel (sitokinesis).
2.      merangsang pembentukan tunas pada batang maupun pada kalus.
3.      menghambat efek dominasi apical oleh auksin.
4.      mempercapat pertumbuhan memanjang.

d.      Gas Etilen
      Etilen adalah gas yang dikeluarkan terutama oleh buah yang sudah tua. Jika buah tua diletakkan di tempat tertentu maka buah akan cepat masak. Hal ini disebabkan karena buah tersebut mengeluarkan gas etilen yang mempercepat pemasakan buah. Selain itu etilen juga menyebabkan pertumbuhan batang menjadi tebal untuk menahan pengruh ngin. Kombinasi etilen dengan auksin dapat memacu pembungaan pada mangga dan nanas. Kombinasi etilen dengan giberelin dapat mengtur tumbuhnya bunga jantan dan bunga betina.

e.       Asam Abisat
      Tidak semua hormone pada tumbuhan berfungsi memacu pertumbuhan, karena ada beberapa yang justru menghambat pertumbuhan. Secara umum funsi asam abisat adalah:
1.      menghambat pembelahan dan pemnjangan sel.
2.      menunda pertumbuhan atau doemansi, sehingga membantu tumbuhan bertahan dalam kondisi yang buruk.
3.      merangsang penutupan mulut daun pada musim kering, sehingga mengurangi aktivitas transpirasi.
4.      membantu peluruhan daun pada musim kering, sehingga tumbuhan tidak kekurangan air melali transpirasi.



f.        Asam Traumalin
      Asam traumalin dianggap sebagai hormone luka, karena merangsang pembelahan sel-sel di bagian tumbuhan yang luka.

g.       Kalin.
      Hormone kalin berfungsi merangsang pembentukan organ tumbuhan. Hormone ini dibedakan atas rizokalin untuk merangsang pembentukan akar, kaulokalin merangsang pembentukan batang, flokalin merangsang pembentukan daun, dan antokalin/ florigen merangsang pembentukan bunga.

2.      FAKTOR EKSTERNAL (LINGKUNGAN)
a.       Nutrien
Tumbuhan membutuhkan nutrien untuk pertumbuhan dan perkembangan. Nutrien atau zat makanan terdiri dari unsur-unsur atau senyawa-senyawa kimia. Nutrien yang diperlukan merupakan sumber energi dan sumber materi untuk sintesis berbagai komponen sel yang diperlukan selama pertumbuahan.
Nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah banyak disebut unsure makro (makronutrien). Contoh unsur makro adalah karbon, hydrogen, oksigen, nitrogen, sulfur, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium. Sedangkan nutrien yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (mikronutrien). Coontoh unsur mikro adalah klor, besi, boron, mangan, seng, tembaga, dan molybdenum.
b.      Air
Air dibutuhkan tumbuhan sebagai pelarut bagi kebanyakan reaksi dalam tubuh tumbuahan dan sebagai medium reaksi enzimatis. Pada tumbuahan yang kekurngan air akan meningkatkan sintesis asam absisat. Sebagai pelarut air juga mempengaruhi kadar enzim dan substrat sehingga secara tidak langsung mempengaruhi laju metabolisme.
c.       Cahaya
Selain berpengaruh terhadap proses fotosintesis, cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan setiap organ atau terhadap keseluruhan tumbuhan secara langsung.
Keadaan gelap berpengaruh terhadap bentuk luar tumbuhan dan laju panjangnya. Tumbuhan yang diletakkan ditempat gelap akan tumbuh lebih cepat dari pada yang diletakkan di tempat yang terkena cahaya. Akan tetapi, tumbuahan menjadi pucat karena kekurangan klorofil, kurus dan daun tidak berkembang. Tumbuhan seperti itu mengalami etiolasi. Dalam keadaan tidak ada cahaya, auksin merangsang pemanjangan sel-sel, sehingga tumbuhan tumbuh lebih panjang. Sebaliknya, dalam keadaan banyak cahaya, auksin mengalami kerusakan sehingga tumbuhan tumbuh lebih pendek.

d.      Suhu Udara
Suhu berpengaruh terhadap kerja enzim, sehingga juga berpengaruh terhadap fisiologi tumbuhan. Perubahan suhu dapat mempengaruhi pertumbuhan yang meliputi reproduksi, fotosintesis, respirasi, dan transpirasi. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan menghambat proses tersebut. Suhu optimum yang paling baik untuk pertumbuhan adalah 10-30oC. umumnya tumbuhan tidak tumbuh di bawah suhu 0oC dan di atas 40 oC.

e.       Oksigen
Kandungan oksigen mempengaruhi pertumbuhan organisme. Oksigen mempengaruhi pertumbuhan bagian tumbuhan di atas tanah maupun pertumbuhan akar yang berada di dalam tanah. Tanah yang gembur mempunyai kemampuan besar dalam menyimpan oksigen. Jika kandungan oksigen banyak maka pertumbuhan akar tumbuhan semakin baik.
f.        Kelembapan
Kelembapan udara dan tanah berpengaruh dalam proses pertumbuhan. Kelembapan udara mempengaruhi proses penguapan air yang berhubungan dengan penyerpan nutrien. Jika kelembapan udara rendah, penguapan akan meningkat sehingga penyerapan nutrient akan semakin banyak. Keadaan ini akan memacu pertumbuhan tanaman.





C.     Pengertian Kacang Hijau


Kerajaan          : Plantae


Divisi                : Magnoliophyta


Kelas               : Magnoliopsida


Ordo                : Fabales


Famili               : Fabaceae


Genus               : Vigna


Spesies : V. Radiata




Vigna radiata
(L.) R. Wilczek




Phaeolus aureus Roxb.
Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.
D.    Pengertian Air teh
Komponen aktif yang terkandung dalam teh, baik yang volatile maupun yang nonvolatile antara lain sebagai berikut.
1. polyphenols (10_25%)
2. methylxanthines
3. asam amino
4. peptida
5. komponen organik lain
6. tannic acids (9_20%)
7. vitamin C (150_250 mg%)
8. vitamin E (25_70 mg%)
9. vitamin K (300_500 IU/g)

10. ß-carotene (13_20%)
11. kalium (1795 mg%)
12. magnesium (192 mg%)
13. mangan (300_600 ug/ml)
14. fluor (0,1_4,2 mg/L)
15. zinc (5,4 mg%)
16. selenium (1,0_1,8 ppm%)
17. copper (0,01 mg%)
18. iron (33 mg%)
19. calcium (7 mg%)
20. caffein (45_50 mg%)
(diolah dari berbagai sumber)
Polyphenols
Teh sebagian besar mengandung ikatan biokimia yang disebut polyphenols, termasuk di dalamnya flavonoid. Flavonoid merupakan suatu kelompok antioksidan yang secara alamiah ada pada sayur-sayuran, buah-buahan, dan minuman seperti teh dan anggur.
Pada tanaman, flavonoids memberikan perlindungan terhadap adanya stress lingkungan, sinar ultra violet, serangga, jamur, virus, dan bakteri, di samping sebagai pengendali hormon dan enzyme inhibitor.
Ternyata teh cukup banyak mengandung mineral, baik makro maupun mikro yang banyak berperan dalam fungsi pembentukan enzim di dalam tubuh sebagai enzim antioksidan dan lainnya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa teh merupakan sumber mineral yang menyehatkan.


BAB III
METODE PENELITIAN








A.     Rancangan penelitian


Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yaitu dengan melakukan pemngamatan dan percoban langsung pada obyek yang akan diteliti.





B.     Waktu dan tempat penelitian


Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 11 Agustus 2011 sampai 16 Agustus 2011 di Lab. Bahasa MAN Paron.





C.     Variable penelitian


Macam variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah:


1.      Variabel bebas : konsentrasi air rendaman teh.


2.      Variabel terikat: jumlah daun dan tinggi batang.





D.    Alat dan bahan


a.       Alat-alat yang digunakan dalam peneltian kali ini adalah:


1.      Polibek 4


2.      Gelas ukur


3.      Penggaris


4.      Alat tulis


b.      Bahan yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah:


  1. Biji kacang hijau
  2. Tanah
  3. Air rendaman teh
  4. air





E.     Prosedur kerja


  1. Mengisi 4 buah polibek dengan campuran tanah sebagai median penanaman dan memberi label A, B, C dan D pada ke empat polibek.
  2. Menanam biji kacang hijau ke dalam polibek yang telah disiapkan (1 polibek 5 biji kacang hijau).
  3. Melakukun penyiraman pada polibek yang telah ditanami biji kacang hijau tersebut dengan perlakuan:
    • Polibek A disiram dengan air biasa tanpa campuran (0 %).
    • Polibek B disiram dengan air teh (1 %).
    • Polibek C disiram dengan air teh (5 %).
    • Polibek D disiram dengan air the (10 %).
  4. Melakukan penyiraman selama minggu sekaligus mengamati pertumbuhan biji kacang hijau yang telah ditanam.
  5. Membuat grafik pertumbuhan yang tepat dari masing-masing perlakuan.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

  1. Hasil Penelitian
Setelah biji kacang hijau direndam selama 24 jam, mengakibatkan berakhirlah masa dormansi. Maka dimulailah fase perkecambahan pada biji kacang hijau. Setelah diamati maka diperoleh hasil sebagai barikut:
I.        POLIBEK A
Tabel tinggi batang tanaman kacang hijau pada polibek A (0 %)
Hari ke-
tgl/ bln/ thn
Biji kacang hijau
Jmlh total/ hari
1
2
3
4
5
1
11/08/2011
0.4
1.2
1
0.5
0.9
4
2
12/08/2011
2.9
3.7
3.8
1.3
0.5
12.2
3
13/08/2011
14.4
12.5
15.2
1.4
2.7
46.2
4
14/08/2011
16
17
18
2.4
11
64.4
5
15/08/2011
15
20.3
20.5
12.9
15.8
84.5
6
16/08/2011
23.5
24.2
24.8
18.3
22.2
113

Jmlh total
72.2
78.9
83.3
36.8
53.1
324.3

 

Keadaan kecambah dari hari ke 1-6
Hari
Biji kacang hijau
1
2
3
4
5
1
Tmb. Akar
Tmb. akar
Tmb. akar
Tmb. akar
Tmb. akar
2
Muncul daun
Muncul daun
Muncul daun
Blm. Muncul daun
Blm. Muncul daun
3
Daun mekar
Daun mekar
Daun mekar
Muncul daun
Muncul daun
4
-
Kotiledon lepas
-
Daun mekar
Daun mekar
5
Kotiledon lepas
-
Kotiledon lepas
-
-
6
-
-
-
Kotiledon lepas
Kotiledon lepas
Ket:  (-) kondisi masih sama seperti sebelumnya.
II.    POLIBEK B
Tabel tinggi batang tanaman kacang hijau pada polibek B (1 %)
Hari ke-
tgl/ bln/ thn
Biji kacang hijau
Jmlh total/ hari
1
2
3
4
5
1
11/8/2011
0.4
2
0.6
0.5
0.3
3.8
2
12/8/2011
0.5
2.5
2.4
2.5
1.3
9.2
3
13/08/2011
0.8
10.7
10
10.3
5.5
37.3
4
14/08/2011
0.5
16.7
12.5
15.5
14.5
59.7
5
15/08/2011
3.1
20.8
15.5
17.5
21
77.9
6
16/08/2011
13
26
18.2
21.6
23.3
102.1
Jmlh total
18.3
78.7
59.2
67.9
65.9
290



Keadaan kecambah dari hari ke 1-6
Hari
Biji kacang hijau
1
2
3
4
5
1
Tmb. akar
Tmb. akar
Tmb. akar
Tmb. akar
Tmb. akar
2
Blm. muncul daun
Muncul daun
Muncul daun
Muncul daun
Blm. Muncul daun
3
-
Daun mekar
-
Daun mekar
Muncul daun
4
-
-
Daun mekar
Kotiledon lepas
Daun mekar
5
-
-
Kotiledon lepas
Kotiledon lepas
Kotiledon lepas
6
-
Kotiledon lepas
-
-
-
Ket:  (-) kondisi masih sama seperti sebelumnya.
III.    POLIBEK C
Tabel tinggi batang tanaman kacang hijau pada polibek C (5 %)
Hari ke-
tgl/ bln/ thn
Biji kacang hijau
Jmlh total/ hari
1
2
3
4
5
1
11/8/2011
0.5
0.7
0.8
0.2
0.3
2.5
2
12/8/2011
6.5
4
3.2
3.5
3
20.2
3
13/08/2011
17.5
15.5
15.8
14.3
5.4
68.5
4
14/08/2011
22
19.5
20
18.5
15.6
95.6
5
15/08/2011
23
20.5
21.5
20
16.7
101.7
6
16/08/2011
24.3
21.3
22.5
21.7
17
106.8
Jmlh total
93.8
81.5
83.8
78.2
58
395.3


Keadaan kecambah dari hari ke 1-6
Hari
Biji kacang hijau
1
2
3
4
5
1
Tmb. akar
Tmb. akar
Tmb. akar
Tmb. akar
Tmb. akar
2
Muncul daun
Muncul daun
Muncul daun
Muncul daun
Muncul daun
3
Daun mekar
Daun mekar
Daun mekar
Daun mekar
Daun mekar
4
-
-
-
-
Kotiledon lepas
5
Kotiledon lepas
Kotiledon lepas
-
Kotiledon lepas
-
6
-
-
Kotiledon lepas
-
-
Ket:  (-) kondisi masih sama seperti sebelumnya.
IV.    POLIBEK D
Tabel tinggi batang tanaman kacang hijau pada polibek D (10 %)
Hari ke-
tgl/ bln/ thn
Biji kacang hijau
Jmlh total/ hari
1
2
3
4
5
1
11/8/2011
1.5
0.6
1.5
0.5
0.7
4.8
2
12/8/2011
3
1.4
2
4
3.9
14.3
3
13/08/2011
8.3
7.5
5.1
9.5
13.5
43.9
4
14/08/2011
13.5
14.4
14
10.5
20.5
72.9
5
15/08/2011
17.5
18.5
17.6
11.3
22.5
87.4
6
16/08/2011
19.3
20.5
19
11.5
23.5
93.8
Jmlh total
63.1
62.9
59.2
47.3
84.6
317.1


Keadaan kecambah dari hari ke 1-6
Hari
Biji kacang hijau
1
2
3
4
5
1
Tmb. akar
Tmb. akar
Tmb. akar
Tmb. akar
Tmb. Akar
2
Muncul daun
Blm. muncul daun
Muncul daun
Muncul daun
Muncul daun
3
-
Muncul daun
Daun mekar
Daun mekar
-
4
Daun mekar
Daun mekar
Kotiledon lepas
Kotiledon lepas
Daun mekar
5
Kotiledon lepas
Kotiledon lepas
-
-
Kotiledon lepas
6
-
-
-
-
-
Ket:  (-) kondisi masih sama seperti sebelumnya.
V.    POLIBEK A, B, C dan D
Table perbandingan pertumbuhan batang kacang hijau pada polibek A, B, C, D selama 6 hari
Jenis Polibek
Jenis BJ kacang hijau
 1
2 
3 
4 
5 
A (0 %)
72.2
78.9
83.3
36.8
53.1
B (1 %)
18.3
78.7
59.2
67.9
65.9
C (5 %)
93.8
81.5
83.8
78.2
58
D (10 %)
63.1
62.9
59.2
47.3
84.6


B.  Pembahasan


Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, konsentrasi air teh tidak memberi pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman kacang hjiau meskipun kandungan-kandungan mineral dalam teh banyak seperti  kalium, magnesium, mangan, flour, zinc, kalsium, dan sebagainnya. Tapi air teh mengandung flavonoids yang memberikan perlindungan pada tanaman terhadap stress lingkungan, sinar ultra violet, serangga, jamur dan bakteri. Air teh mengakibatkan warna pada kotiledon dan batang menjadi merah muda.


Sesuai hasil di atas, tanaman pada polibek C dengan konsentrasi air teh 5 %  lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman pada polibek D  yang konsentrasi air teh 10 % atau tanaman pada polibek A dengan kosentrasi air teh 0 % lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman pada polibek B dengan konsentrasi air teh 1 %. Ini membuktikan bahwa air teh tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan kacang hijau. Tanaman dengan konsentrasi air teh lebih banyak tapi pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan dengan tanaman yang konsentrasi air teh lebih sedikit seperti tanaman pada polibek C > D dan  A > B ini disebabkan karena factor gen dan kelempan tanah. Karena gen pada biji kacang hijau itu sendiri mengakibatkan perbedaan dalam laju pertumbuhan masing-masing biji kacang hijau. GEN adalah "substansi hereditas" yang terletak di dalam kromosom.Gen bersifat antara lain :
sebagai materi tersendiri yang terdapat dalam kromosom, mengandung informasi genetika, dapat menduplikasikan diri pada peristiwa pembelahan sel. Kelempan tanah juga berpengaruh terhadap pertumbuhan kacang hijau karena tanah yang lembap banyak mengandung air yang dapat mempengaruhi kepadatan struktur tanah sehingga porositas dan sirkulasi menjadi lebih baik dan tanaman menjadi lebih subur. Penyiraman kadar air yang tidak sama mengakibatkan kelembapan tanah masing-masing polibek berbeda. Untuk factor lain seperti cahaya, suhu udara dan oksigen tidak berpengaruh karena tanaman kacang hijau di tempatkan pada tempat yang sama dan media yang sama.


Dari hasil pengamatan selama 6 hari diperoleh perbandingan pertumbuhan dari tinggi ke rendah:


-Tanaman pada polibek C dengan jumlah total 395,3.


-Tanaman pada polibek A dengan jumlah total 324,3


-Tanaman pada polibek D dengan jumlah total 317,1


-Tanaman pada polibek B dengan jumlah total 290


Dengan demikian tanaman tertinggi pada polibek C dan tanaman terendah pada polibek B.







BAB IV


PENUTUP





Kesimpulan


Air teh tidak memberikan pengaruh yang sugnifikan terhadap pertumbuhan kacang hijau. Tapi air teh bisa memberikan antioksidan tumbuhan terhadap stress lingkungan, sinar ultra violet, serangga, jamur, virus, dan bakteri, di samping sebagai pengendali hormon dan enzyme inhibitor. Factor gen dan kelembapan yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan kacang hijau tersubut. Pertumbuhan kacang hijau tertinggi pada polibek C dengan jumlah total 395,3 dan pertumbuhan kacang hijau terendah pada polibek B dengan jumlah total 290.


Saran





Melalui praktikum yang telah  dilakukan, diharapkan adanya praktikum lebih lanjut mengenai pengaruh pemberian air teh terhadap kompe pertumbuhan tanaman kacang hijau.


Oleh karena itu saran-saran yang dapat diberikan antara lain sebagai berikut:


1.      Untuk memperoleh hasil yang representatif, hendaknya dilakukan penelitian lanjutan.


2.      Untuk mengungkapkan lebih banyak informasi mengenai pengaruh pemberian air teh terhadap perrtumbuhan kacang hijau, dapat digunakan tanaman yang berbeda dengan penelitian peneliti sekarang ini.


3.      Pengungkapan pengaruh pemberian air teh terhadap pertumbuhan tanaman kacang, tidak terbatas pada tinggi tanaman, tetapi bisa mengukur jumlah daun yang dihasilkan, diameter batang, ataupun pengukuran yang lain.





              



DAFTAR PUSTAKA





Syamsuri, Istamar, dkk 2007. Biologi 3A. Jakarta: Erlangga


Edwin. 2011. The bukan susu (online), (http://www.richindo.wordpress.com), diakses 4 september 2011


Punyaku. 2008. Kandungan dalam teh, (http://www.blogspot.com), diakses 4 september 2011























 


Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

0 komentar: